
Sejarah
![]() |
Sekilas info tentang Vanadium |
Vanadium ditemukan pertama kali oleh
del Rio pada tahun 1801. Sayangnya, seorang ahli kimia Perancis dengan
salah menyatakan bahwa unsur baru del Rio hanyalah krom yang tidak
murni. Del Rio pun menyangka dirinya salah dan menerima pernyataan ahli
kimia Perancis itu.
Unsur ini akhirnya ditemukan ulang pada tahun
1830 oleh Sefstrom, yang menamakan unsur itu untuk memuliakan dewi
Skandinavia, Vanadis, karena aneka warna senyawa yang dimilikinya.
Vanadium berhasil diisolasi hingga nyaris murni oleh Roscoe, pada tahun
1867 dengan mereduksi garam kloridanya dengan hidrogen.
Vanadium tidak dapat dimurnikan hingga kadar 99.3% – 99.8% hingga tahun 1922.
Sumber
Vanadium
ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di antaranya karnotit,
roskolit, vanadinit, dan patronit, yang merupakan sumber logam yang
sangat penting. Vanadium juga ditemukan dalam batuan fosfat dan beberapa
bijih besi, juga terdapat dalam minyak mentah sebagai senayawa kompleks
organik. Vanadium juga ditemukan dalam sedikit dalam batu meteor.
Produksi
komersial berasal dari abu minyak bumi dan merupakan sumber Vanadium
yang sangat penting. Kemurnian yang sangat tinggi diperoleh dengan
mereduksi vanadium triklorida dengan magnesium atau dengan campuran
magnesium-natrium.
Sekarang, kebanyakan logam vanadium dihasilkan dengan mereduksi V2O5 dengan kalsium dalam sebuah tabung bertekanan, proses yang dikembangkan oleh McKenie dan Seybair.
Isotop
Vanadium
alam merupakan campuran dari 2 isotop, yakni Vanadium-50 sebanyak 0.24%
dan Vanadium -51 sebanyak 99.76%. Vanadium-50 sedikit radioaktif,
memiliki masa paruh lebih dari 3.9 x 1017 tahun. Ada sembilan isotop lainnya yang tidak stabil
Sifat-sifat
Vanadium murni adalah logam berwarna putih cemerlang dan lunak. Tahan
korosi terhadap larutan basa, asam sulfat, dan asam klorida, juga air
garam. Tetapi logam ini teroksidasi di atas 660oC
Vanadium
memiliki kekuatan struktur yang baik dan memiliki kemampuan fisi
neutron yang rendah , membuatnya sangat berguna dalam penerapan nuklir .
Kegunaan
Vanadium
digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan peralatan yang
digunakan dalam kecepatan tinggi. Vanadium karbida sangat penting dalam
pembuatan baja.
Sekitar 80% Vanadium yang sekarang dihasilkan,
digunakan sebagai ferro vanadium atau sebagai bahan tambahan baja. Foil
vanadium digunakan sebagai zat pengikat dalam melapisi titanium pada
baja. Vanadium petoksida digunakan dalam pembuatan keramik dan sebagai
katalis.
Vanadium juga digunakan untuk menghasilkan magnet superkonduktif dengan medan magnet sebesar 175000 Gauss.
Penanganan
Vanadium dan semua senyawanya adalah beracun dan harus ditangani dengan hati-hati. Konsentrasi maksimum V2O5 yang masih diizinkan terdapat di udara adalah 0.05 (selama 8 jam kerja rata-rata selama 40 jam per minggu)